Friday, June 17, 2011

KENAKALAN REMAJA


 “Penyalahgunaan Narkoba dan Minuman Keras”

By : Evi
A.    LATAR BELAKANG
Penyalahgunaan narkoba dan minuman keras sangat memprihatinkan, karena menimpa generasi muda sehingga merugikan pembangunan bangsa. Menurut laporan rumah sakit ketergantungan obat di Jakarta, dari pengguna yang umumnya berusia 15-24 tahun, banyak yang masih aktif di SMP, SMA dan perguruan tinggi.
Umunya pengguna pertama narkoba dan minuman keras diawali pada anak usia sekolah dasar atau SMP. Hal itu terjadi biasanya karena penawaran, bujukan atau tekanan seseorang kepadanya, misal oleh kawan sebayanya. Didorong rasa ingin tahu, ingin mencoba, atau ingin memakai, anak atau remaja mau menerima tawaran itu. Selanjutnya, tidak sulit baginya untuk menerima tawaran berikutnya.
Upaya pencegahan harus dilakukan sedini mungkin, yaitu pada masa anak-anak usia SD, SMP, dan SMA, sebagai upaya yang berkesinambungan. Penvegahan ytang dimaksud disini bukan semata-mata memberi informasi tentang bahaya narkoba dan minuman keras saja, tetapi lebih menekankan pemberian keterampilan kepada anak untuk bersikap dan berperilaku positif, mengenal situasi penawaran/ajakan, dan terampil menolah tawaran/ajakan tersebut.


A.    TUJUAN
Penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang di kalangan generasi muda dewasa ini kian meningkat. Maraknya penyimpangan perilaku generasi muda tersebut, dapat membahayakan keberlangsungan hidup bangsa ini di kemudian hari. Karena pemuda sebagai generasi yang diharapkan menjadi penerus bangsa, semakin hari semakin rapuh digerogoti zat-zat adiktif penghancur syaraf. Sehingga pemuda tersebut tidak dapat berpikir jernih. Akibatnya, generasi harapan bangsa yang tangguh dan cerdas hanya akan tinggal kenangan. Sasaran dari penyebaran narkoba ini adalah kaum muda atau remaja. Makalah ini bertujauan untuk :
  1.  Sebagai pengetahuan bagi para remaja tentang bahasa narkoba bagi dirinya.
  2. Sebagai sebuah referinsi sehingga para remaja itu bisa mengerti tentang jenis-jenis narkoba.

ISI

A.    NARKOBA
Narkoba (singaktan dari Narkotika, Psikotropika dan bahan adiktif berbahaya lainnya) adalah bahan/zat yang dimasukkan dalam tubuh manusia, baik secara oral/diminum, dihirup, maupun disuntikkan. Narkoba dapat mengubah pikiran, suasana hati atau perasaan, dan perilaku seseorang.
Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan.

B.     PENGGOLONGAN NARKOBA
Penggolongan jenis-jenis narkoba berikut didasarkan pada perundang-undangan yang berlaku.
1.      Narkotika yaitu zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, menghilangkan atau mengurangi rasa nyeri.
Contoh : heroin, kokain, ganja, morfin, petdin, metadon dan kodein.

2.      Psikotropika yaitu zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh seleksi pada susunan saraf dan menyebabkan perubahan khas pada aktifitas mental dan perilaku.
 Contoh : ekstasi, sabu, pentobarbital, nipam, pil Bk/ Koplo dan lain-lain.

3.      Zat psiko-aktif lain yaitu zat/bahan lain bukan narkotika dan psikotropika yang berpengaruh pada kerja otak. Tidak tercantum dalam peraturan perundang-undangan tentang narkotika dan psikotropika.
Contohnya:
a.       Alcohol yang terdapat pada berbagai jenis minuman
b.      Solven yaitu gas atau zat yang mudah menguap yang terdapat pada berbagai keperluan pabrik, kantor dan rumah tangga
c.       Nikotin yang terdapat pada tembakau
d.      Kafein pada kopi, minuman penambah energi dan obat sakit kepala tertentu.

4.      Penyalahgunaan Narkoba
Penyalahgunaan narkoba adalah penggunaan narkoba yang bukan untuk tujuan pengobatan, tetapi agar dapat menikmati pengaruhnya, dalam jumlah berlebih, secara kurang teratur, berlangsung cukup lama, sehingga menyebabkan gangguan fisik, gangguan kesehatan jiwa, dan kehidupan sosialnya.
Penyalahgunaan narkoba menjadi masalah yang memprihatinkan, karena terutama menimpa generasi muda sehingga berpengaruh terhadap masa depan bangsa. Generasi muda merupakan sasaran strategis mafia perdagangan narkoba oleh karena itu, generasi muda sangat rawan terhadap masalah tersebut.
Penyalahgunaan narkoba juga berkaitan erat dengan peredaran gelap narkoba sebagai bagian dari dunia kejahatan internasional. Kedua maslah itu sulit untuk dipisahkan. Mafia perdagangan gelap berusaha memasok narkoba agar orang menjadi ketergantungan, sehingga jumlah kebutuhan meningkat.

Alasan Memakai Narkoba
Banyak alasan memakai narkoba disalahgunakan diantaranya agar dapar diterima oleh lingkungan, mengurangi stress, mengurangi kecemasan, agar bebas dari rasa murung, mengurangi keletihan, kejenuhan atau kebosanan. Untuk mengatasi masalah pribadi dan lain-lain.

5.      Pola Ketergantungan
Ia berusaha agar selalu memperoleh narkoba dengan berbagai cara, berbohong, menipu atau mencuri menjadi kebiasaan. Ia sudah tidak dapat mengendalikan penggunaannya. Narkoba telah menjadi pusat kehidupannya. Hubungan dengan keluarga dan teman-teman menjadi rusak.

Alasan memakai narkoba dapat dikelompokkan sebagai berikut  :
1.      Antici potory belies, yaitu anggapan jika memakai narkoba, orang akan menilai dirinya hebat, dewasa, mengikuti mode, dan sebagainya.
2.      Relieving beliefs, yaitu keyakinan bahwa narkoba dapat digunakan untuk mengatasi ketegangan, cemas, dan depresi akibat stressor psikososial.
3.      Facilitative atau permissive beliesf, yaitu keyakinan bahwa penggunaan narkoba merupakan gaya hidup atau kebiasaan karena pengaruh zaman atau perubahan nilai sehingga dapat diterima.

Pola Pemakaian Narkoba
Ada beberapa pola pemakaian narkoba yaitu sbb :
1.      Pola coba-coba
Yaitu karena iseng atau ingin tahu. Pengaruh tekanan kelompok sebaya sangat besar, yang menawarkan atau membujuk untuk memakai narkoba. Ketidak mampuan berkata ‘tidak’
Mendorong anak untuk mencobanya, apalagi jika rasa ingin tahu atau ingin mencoba.
2.      Pola pemakaian sosial
Yaitu pemakaian narkoba untuk tujuan pergaulan (berkumpul dalam acara tertentu) agar diakui atau diterima kelompok.
3.       Pola pemakaian situasional
Yaitu pola pemakaian karena situasi tertentu, misalnya kesepian atau stres. Pemakaian narkoba telah mempunyai tujuan, yaitu sebagai cara mengatasi masalah. Pada tahap ini pemakai  berusaha memperoleh narkoba  secara aktif.
4.      Pola pemakaian habituasi (kebiasaan)
Pola ini untuk yang telah mencapai tahap pemakaian teratur (sering), disebut juga penyalahgunaan narkoba. Terjadi perubahan pada faal tubuh dan gaya hidup.

Dampak Penyalahgunaan Narkoba
Bila narkoba digunakan secara terus menerus atau kelebihan takaran yang telah ditentukan akan mengakibatkan ketergantungan. Kecanduan inilah yang akan mengakibatkan gangguan fisik dan psikologis, karena terjadinya kerusakan pada system syaraf pusat (ssp) dan organ-organ tubuh seperti jantung, paru-paru, hati dan ginjal.
Dampak penyalahgunaan narkoba pada seseorang pada sangat tergantung pada jenis narkoba yang dipakai, kepribadian pemakai dan situasi atau kondisi pemakai. Secara umum, dampak kecanduan narkoba dapat terlihat pada fisik, psikis maupun sosial seseorang.
Akan tetapi, terlepas dari semua alasan di atas, seseorang memakai narkoba, karena narkoba membuatnya merasa nikmat, enak dan nyaman pada awal pemakaian. Mereka tidak melihat akibat buruk penggunaan narkoba. Justru mereka tidak percaya akibat buruk atau bahayanya, sebagaimana dikatakan orang dewasa. Akibat buruk itu baru dirasakan setelah beberapa kali pemakaian, tetapi saat itu telah terjadi kecanduan dan ketergantungan

Dampak penyalahgunaan narkoba
1.      Bagi diri sendiri
a.       Terganggunya fungsi otak dan perkembangan moral remaja.
b.      Intoksikasi (keracunan)
c.       Overdosis (OD)
d.      Gejal putus zat
e.       Berulang kali kambuh
f.       Gangguan perilaku / mental sosial
g.      Gangguan kesehatan
h.      Kendornya nilai-nilai
i.        Keuangan dan hokum.
2.      Bagi keluarga
Suasana hidup nyaman dan tetram menjadi terganggu. Membuat resah keluarga karena barang-barang berharga di rumah hilang. Orang tua malu karena memiliki anak pecandu, merasa bersalah, tetapi juga sedih dan marah. Orang tua menjadi putus asa karena masa depan anak tidak jelas. Anak putus sekolah dan menganggur karena dikeluarkan dari sekolah dan pekerjaan. Keluarga harus menanggung beban sosial ekonomi ini.
3.      Bagi sekolah
Narkoba merusak disiplin dan motivasi yang sangat penting bagi proses belajar. Narkoba juga berkaitan dengan kenakalan dan putus sekolah. Penyalahgunaan narkoba berhubungan dengan kejahatan dan perilaku asosial lain yang mengganggu suasana tertib dan aman, perusakan barang-barang milik sekolah, meningkatnya perkelahian.
4.      Bagi Masyarakat, Bangsa, dan Negara
Mafia perdagangan narkoba gelap selalu berusaha memasak narkoba. Terjalin hubungan antara pengedar dan bandar sehingga tercipta pasar gelap. Oleh karena itu mata rantai itu sulit dipisahkan. Hal ini membuat resah masyarakat karena masyarakat takut apabila ada orang yang melakukan transaksi dan negara menderita kerugian karena masyarakatnya tidak produktif dan tingkat kejahatan meningkat.

C.    ALKOHOL atau MIRAS
Alkoho adalah zat penekan susunan syaraf pusat meskipun dalam jumlah kecil mungkin memepunyai efek stimulasi ringan. Bahan psikoaktif yang terdapat dalam alkohol adalah etil alkohol yang diperoleh dari proses fermentasi madu, gula, sari, buah atau umbi-umbian. Nama populer minuman keras (miras), kamput, tomi (topi miring), cap tikus, dan lain-lain.
Alkohol menekan kerja otak (depresansia). Setelah diminum, alkohol diserap oleh tubuh dan masuk ke dalam pembuluh darah. Alkohol dapat menyebabkan : mabuk, jalan sempoyangan, bicara cedal, kekerasan, ketidakmampuan belajar dan mengingat dan menyebabakan kecelakaan, karena mengendarai dalam keadaan mabuk. Pemakaian jangka panjang akan kerusakan pada hati, kelenjar getah lambung, saraf tepi, otak, gangguan jantung, meningkatnya resiko kanker, dan bayi lahir cacat dari ibu pecandu alkohol. Selain itu pemakaian alkohol dalam jangka panjang juga akan menyebabakan kematian.    
Masa remaja merupakan suatu fase perkembangan antara masa anak-anak dan masa dewasa. Perkembangan seseorang dalam masa anak-anak dan remaja akan membentuk perkembangan diri orang tersebut di masa dewasa. Karena itulah bila masa anak-anak dan remaja rusak karena narkoba maka suram atau bahkan hancur masa depannya.
Pada masa remaja, justru keinginan untuk mencoba-coba, mengikuti trend dan gaya hidup, serta bersenang-senang besar sekali. Walaupun semua kecenderungan itu wajar-wajar saja, tetapi hal itu bisa juga memudahkan remaja untuk terdorong menyalahgunakan narkoba. Data menunjukkan bahwa jumlah pengguna narkoba yang paling banyak adalah kelompok usia remaja. Masalah menjadi lebih gawat lagi bila karena penggunaan narkoba, para remaja tertular dan menularkan HIV/AIDS di kalangan remaja. Hal ini telah terbukti dari pemakaian narkoba melalui jarum suntik secara bergantian. Bangsa ini akan kehilangan remaja yang sangat banyak akibat penyalahgunaan narkoba dan merebaknya HIV/AIDS. Kehilangan remaja sama dengan kehilangan sumber daya manusia bagi bangsat.

Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan dalam upaya untuk mencegah pemakaian narkoba dan minuman keras yang semakin meningkat, yaitu antara lain:
A.    Peran Orang Tua
·         Menanamkan pola asuh yang baik pada anak sejak prenatal dan balita
·         Membekali anak dengan dasar moral dan agama
·         Mengerti komunikasi yang baik dan efektif antara orang tua dan anak
·         Menjalin kerjasama yang baik dengan guru
·         Menjadi tokoh panutan bagi anak baik dalam perilaku maupun dalam hal menjaga lingkungan yang sehat.
·         Menerapkan disiplin yang konsisten pada anak
·         Hindarkan anak dari NAPZA

B.     Peran Guru
·         Bersahabat dengan siswa
·         Menciptakan kondisi sekolah yang nyaman
·         Memberikan keleluasaan siswa untuk mengekspresikan diri pada kegiatan ekstrakurikuler
·         Menyediakan sarana dan prasarana bermain dan olahraga
·         Meningkatkan peran dan pemberdayaan guru BP
·         Meningkatkan disiplin sekolah dan sangsi yang tegas
·         Meningkatkan kerjasama dengan orangtua, sesame guru dan sekolah lain
·         Meningkatkan keamanan terpadu sekolah bekerjasama dengan Polsek setempat.m
·         Mewaspadai adanya provokator
·         Mengadakan kompetisi sehat, seni budaya dan olahraga antar sekolah
·         Menciptakan kondisi sekolah yang memungkinkan anak berkembang secara sehat dalam hal fisik, mental, spiritual dan sosial
·         Meningkatkan deteksi dini penyalahgunaan NAPZA

C.     Peran Pemerintah
·         Menghidupkan kembali kurikulum budi pekerti
·         Menyediakan sarana/prasarana yang dapat menampung agresifitas anak melalui olahraga dan bermain
·         Menegakkan hokum, sangsi dan disiplin yang tegas
·         Memberikan keteladanan
·         Menaggulangi NAPZA, dengan menerapkan peraturan dan hukumnya secara tegas
·         Lokasi sekolah dijauhkan dari pusat perbelanjaan dan pusat hiburan.

D.    Peran Media
·         Sajikan tayangan atau berita tanpa kekerasan (jam tayang sesuai usia)
·         Sampaikan berita dengan kalimat benar dan tempat (tidak provokatif)
·         Adanya rubric khusus dalam media masa (cetak, elektronik) yang bebas biaya khusus untuk remaja.

Semua tersebut di atas dalam keadaan “dalam perjalanan menuju” sehingga dapat dilihat segalanya masih dalam proses dan tidak berada dalam kutub atau masa anak-anak ataupun kutub atau masa dewasa.
“dalam perjalanan menuju” ini yang menonjol adalah:
1.      Fisik yang kuat
2.      Emosi yang cepat tersinggung
3.      Sering mengambil keputusan tanpa berfikir panjang
4.      Pertimbangan agama, falsafah, ataupun tatakrama hanya kadang-kadang saja dipakai.
Dan “Dalam perjalanan menuju” yang paling pentng diketahui oleh remaja adalah bagaimana remaja dapat berproses:
1.      Menuju fisik yang ideal
2.      Menuju emosi kelakian ataupun kewanitaan yang utuh
3.      Menuju cara berfikir dewasa
4.      Menuju mempercayai hal-hal yang agamis, bersifat falsafah dan bersifat tatakrama.

Upaya pencegahan terhadap penyebaran narkoba di kalangan pelajar, sudah seyogianya menjadi tanggung jawab kita bersama. Dalam hal ini semua pihak termasuk orang tua, guru, dan masyarakat harus turut berperan aktif dalam mewaspadai ancaman narkoba terhadap anak-anak kita.
Adapun upaya-upaya yang lebih kongkret yang dapat kita lakukan adalah melakukan kerja sama dengan pihak yang berwenang untuk melakukan penyuluhan tentang bahaya narkoba, atau mungkin mengadakan razia mendadak secara rutin.
Kemudian pendampingan dari orang tua siswa itu sendiri dengan memberikan perhatian dan kasih sayang.
Pihak sekolah harus melakukan pengawasan yang ketat terhadap gerak-gerik anak didiknya, karena biasanya penyebaran (transaksi) narkoba sering terjadi di sekitar lingkungan sekolah.
Yang tak kalah penting adalah, pendidikan moral dan keagamaan harus lebih ditekankan kepada siswa.
Karena salah satu penyebab terjerumusnya anak-anak ke dalam lingkaran setan ini adalah kurangnya pendidikan moral dan keagamaan yang mereka serap, sehingga perbuatan tercela seperti ini pun, akhirnya mereka jalani.
Oleh sebab itu, mulai saat ini, kita selaku pendidik, pengajar, dan sebagai orang tua, harus sigap dan waspada, akan bahaya narkoba yang sewaktu-waktu dapat menjerat anak-anak kita sendiri. Dengan berbagai upaya tersebut di atas, mari kita jaga dan awasi anak didik kita, dari bahaya narkoba tersebut, sehingga harapan kita untuk menelurkan generasi yang cerdas dan tangguh di masa yang akan datang dapat terealisasikan dengan baik

Dalil Tentang Narkoba dan Minuman Keras
Dalam Islam dalil tentang narkoba mengaju pada Q.S. Al-Maidah ayat 90 dan 91.

“Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; Maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).”

Hadis-hadis Nabi yang sama dengan ayat dalam khamr. Khamr itu tidak identik dengan alkohol, walaupun dalam khamr itu sendiri banyak kandungan alkoholnya dan memabukkan. Oleh karena itu apa saja yang mempunyai potensi memabukkan maka dia adalah khamr, apapun nama dan sebutan yang diberikan orang terhadapnya.
Rasulullah Saw. pernah ditanya tentang minuman yang dibuat dari madu, jagung atau gandum yang diperas hingga menjadi minuman keras, maka beliau menjawab: “Setiap yang memabukkan adalah khamr, dan setiap khamr adalah haram” (HR.Muslim). Keharaman khamr itu tidak diukur dari sedikit atau banyaknya kandungan khamr tersebut. Rasulullah Saw. menegaskan: “Apa saja yang banyaknya memabukkan, maka sedikitnyapun haram” (HR. Ahmsr, Abu Daud,Tirmizi).
Lebih dari itu Rasulullah mengingatkan bahwa ada 10 orang yang dilaknat terkait dengan khamr yaitu: “Orang yang memerasnya, orang yang minta diperaskan, orang yang meminumnya, orang yang membawakannya, orang yang dibawakannya, orang yang menuangkannya, orang yang menjualnya, orang yang memakan harganya (uang hasil penjualannya), orang yang membelinya dan orang yang minta dibelikan”.
Ada seorang laki-laki hendak menghadiahkan khamr pada Rasulullah Saw., lalu beliau menginformasikan padanya bahwa Alloh telah mengharamkan khamr. Kemudian laki-laki itu bertanya apakah boleh dijual, jawab beliau Saw.: “Alloh telah mengharamkan meminum dan mengharamkankan menjualnya, Apakah boleh dihadiahkan pada orang Yahudi”, jawab Nabi Saw.: “Alloh mengharamkan menghadiahkanya pada orang Yahudi”, lantas ia bertanya: “Apa yang harus saya lakukan?”, jawab Nabi Saw.: “Tuangkan saja di selokan air”.
Begitu juga khamr yang dijadikan untuk obat, telah dilarang Rasulullah Saw. dengan sabdanya: “Sesungguhnya khamr itu bukan obat, melainkan penyakit” (HR. Muslim,Ahmad, Abu Daud dan Tirmizi).
Namun dalam kondisi darurat (yang darurat itu membolehkan apa yang telah dilarang), tentu saja hukumnya berbeda. Bila memang tidak ada lagi obat yang dapat dipakai untuk menyembuhkan seseorang dari suatu penyakit yang dikhawatirkan akan membahayakan kehidupannya, kecuali dengan mengkonsumsi obat yang mengandung khamr tersebut, maka tentu saja hal ini diperbolehkan dalam batas seminimal mungkin (QS.Al-An’am 145).

Katakanlah: "Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaKu, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi - karena Sesungguhnya semua itu kotor - atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah. Barangsiapa yang dalam Keadaan terpaksa, sedang Dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, Maka Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". (Q.S Al-An’am 145)
   
Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: "Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya". dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: " yang lebih dari keperluan." Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir, (Q.S Al-Baqarah 219)


KESIMPULAN

Dari makalah di atas bisa ditark kesimpulan bahwa
1) Narkoba adalah barang yang sangat berbahaya dan bisa merusak susunan syaraf yang bisa merubah sebuah kepribadian seseorang menjadi semakin buruk
2) Narkoba adalah sumber dari tindakan kriminalitas yang bisa merusak norma dan ketentraman umu.
3)Menimbulkan dampak negative yang mempengaruhi pada tubuh baik secara fisik maupun psikologis.


DAFTAR PUSTAKA

Menangkal Narkoba dan Kekerasan, dr. Lydia Harlina Martoko, S. K. M
dr. Satya Joewana, Sp. K. J, Penerbitan dan Percetakan PT. Balai Pustaka (Persero Jalan Gunung Suhari Raya No. 4, Jakarta)

http://web.netura.net.id/
http://wikipedia.com
 http://en.wikipedia.org/wiki/Narcotic
 http://www.pikiran-rakyat.com/
http://www.wawasandigital.com/

Comments
0 Comments